• Selasa, 17 Mei 2022

Supermarket Nakal, Raih Untung di Tengah Kelangkaan Minyak Goreng

- Minggu, 13 Februari 2022 | 17:35 WIB
Rak penjualan minyak goreng di salah satu pusat pembelanjaan.
Rak penjualan minyak goreng di salah satu pusat pembelanjaan.

CIREMAIMEWS.COM , Kuningan - Fenomena kelangkaan minyak goreng dikeluhkan oleh para penjual di pasar tradisional, pasalnya distributor minyak goreng lebih mengutamakan memasarkan ke pasar modern dibandingkan para pedagang kecil.

Salah satu penjual pasar tradisional Luragung, Iwan membenarkan adanya kesulitan mencari minyak goreng. "Saya sudah kirim pesan ke sales distributor minyak goreng, terus mereka meminta npwp,"ujar Iwan seraya memberikan tangkapan layar pesan dengan sales minyak goreng dari distributor ternama.
 
 
Meski Iwan telah menyatakan dirinya mempunyai NPWP, namun distributor memberikan persyaratan lain yakni adanya pembayaran secara tunai. "Saat saya tanya kenapa produk - produk dipasarkan harus ke pasar modern dulu, salesnya bilang aturannya  begitu, malah Ia meminta NPWP dan pembayaran secara tunai," terang Iwan.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagperin) Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, mengatakan tidak ada distributor minyak nabati untuk wilayah Kuningan, maka pihaknya mengeluarkan kebijakan apapun karena di Kuningan tidak ada distributor.
 
"Kebijakan Pemda dalam hal ini terbatas dan sulit memberikan solusi, karena selain tidak ada distributor di Kuningan, juga ini merupakan fenomena nasional," ujarnya.
 
Kadiskopdagperin Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana.
 
Menurutnya hal itu berbeda ketika menghadapi kenaikan harga telur. "Kalau yang naiknya harga telur maka saya bisa meng mengintervensi dengan melakukan sidak pasar dan berkomunikasi dengan distributor serta peternak ayam petelur.
 
Meski demikian, Uu menuturkan pihaknya telah melakukan upaya agar stok minyak goreng di Kabupaten Kuningan tersedia dan segera berkoordinasi dengan bulog agar bisa dilakukan operasi pasar untuk menstabilkan stok dan harga minyak goreng di pasar.
 
"Kemarin bersama tim satgas pangan Kami mencari barangkali ada penimbunan di lapangan ternyata kan tidak ada," jelasnya.
 
 
Dikatakan Uu, kelangkaan minyak goreng terjadi secara nasional disinyalir para petani sawit dan produsen minyak goreng, cenderung memilih untuk ekspor karena harga sedang mahal.
 
"Itu juga saya dapat info dari media. Sehingga jika begitu, otomatis produksi minyak goreng untuk dalam negeri berkurang dan harga jadi mahal," katanya.
Meski ada kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan satu harga (penyesuaian) , apalah artinya jika stok juga sangat berkurang.
 
Dijelaskan Uu, permasalahan minyak goreng telah dibahas bersama para Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian se-Jawa Barat, mereka juga mengeluhkan permasalahan kelangkaan minyak ini.
 
Salah satu trik pedagang nakal, di tengah kelangkaan minyak goreng.
 
"Kami menegaskan kepada toko-toko retail yang punya stok banyak agar tidak menyimpan jika memiliki stok minyak goreng. Kepada masyarakat juga jangan panik, dan sabar, cukup membeli seperlunya jangan berlebihan," tutupnya.
 
Di lain waktu, Ketua Komisi II DPRD Kuningan, Rany Febriani, mengatakan fenomena kelangkaan minyak goreng di masyarakat adalah fenomena yang berlangsung secara nasional. 
 
"Yang menjadi masalah lagi, di Kuningan itu tidak ada distributor. Karena tidak ada distributor, kita tidak bisa intervensi. Paling nanti pihak Dinas Kopdagperin Kuningan kita dorong untuk komunikasi dengan Bulog, " terangnya.
 
Kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Kuningan
 
Legislator demokrat ini mengungkapkan bulog juga merupakan salah satu lembaga yang berfungsi dalam pengawasan distribusi sembako di masyarakat. 
 
Rany mengatakan mungkin itu adalah salah satu upaya pihak toko agar semua masyarakat bisa terbagi migor secara merata, sehingga tidak ada pembelian secara besar-besaran. 
 
"Kalau seperti itu, berarti ada indikasi panic buying di masyarakat, " ujarnya. 
Rany berharap masyarakat tidak panik dan tetap tenang menyikapi masalah kelangkaan minyak goreng ini. 
 
 
"Mudah-mudahan nanti ada kebijakan dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah kelangkaan minyak ini. Masyarakat jangan panik, Insya Allah pemerintah punya langkah agar keberadaan minyak ini bisa normal, " terangnya. 
 
Ia juga meminta para pedagang besar agar tidak melakukan penimbunan minyak goreng jika memang memiliki stok banyak.***

Editor: Andini Rahmawati

Tags

Terkini

Asal Usul Nama Gunung Ciremai, Jawa Barat

Kamis, 14 April 2022 | 13:07 WIB

Ciremai 'Endless adventure Mounts'

Kamis, 14 April 2022 | 02:09 WIB

Unik! Sempatkan Tadarus Saat Demo 11 April 2022

Selasa, 12 April 2022 | 11:32 WIB

Terpopuler

X