• Minggu, 26 Juni 2022

Pasamoan Kuningan Ajak Perempuan Lintas Agama, Penguatan Kohesi Sosial dan Moderasi Beragama

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 13:39 WIB

CIREMAINEWS. COM , Kuningan - Yayasan Pasamoan Kuningan bekerjasama Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar pelatihan pengolahan pangan berbasis kearifan lokal di Highland Resto & Coffe Palutungan, Kamis (2/12/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penguatan kohesi sosial dan moderasi beragama di Cigugur Kabupaten Kuningan.

 

Direktur Program Yayasan Pasamoan Kuningan, Ceng Pandi mengungkapkan, sudah sekian lama Cigugur dikenal sebagai wilayah hoterogen dengan berbagai latar belakang keyakinan dan agama. Selain itu, wilayah Cigugur juga dikenal sebagai kawasan wisata yang menjadi tujuan pelesiran banyak orang baik dari Jawa Barat, nasional, bahkan mancanegara.

“Kegiatan ini, selain bisa merekatkan kohesi social di antara masyarakat Cigugur secara khusus dan warga Kuningan pada umumnya, mudah-mudahan menjadi sarana dalam melahirkan wirausaha-wirausaha baru untuk memenuhi kebutuhan oleh-oleh atau merchandise dari tempat wisata di Cigugur,” kata Ceng Pandi, Sabtu 4 Desember 2021.

Penguatan kohesi sosial dan moderasi beragama di Kuningan, lanjutnya, merupakan upaya penting yang harus terus dilakukan mengingat hubungan sosial keagamaan masyarakat cukup dinamis. Ibarat makanan, keberagaman merupakan kekayaan atau potensi, jika dikelola dengan baik akan menghasilkan satu produk yang bisa memberikan manfaat dan dinikmati setiap kalangan.

Baca Juga: Ramai di Medsos , Percobaan Penculikan Banjar Kini Keduanya Islah

"Ini merupakan tahap awal bagaimana tangan-tangan kreatif perempuan dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Kedepan, kreativitas bersama ini akan berlanjut sehingga menghasilkan karya bersama sebagai simbol harmoni," tuturnya.

Ceng Pandi menyebutkan, ada tiga jenis pangan lokal yang menjadi bahan latihan kegiatan tersebut di antaranya Ubi Jalar, Kacang Kedelai, dan Kacang Hijau. Ubi Jalar diolah menjadi brownies, Kacang Kedelai diolah menjadi susu, dan Kacang Hijau diolah menjadi cookies.

Pengolahan pangan lokal tersebut dipandu Tim Dosen Teknologi Pangan dan Gizi Universitas Islam Al-Ihya Kuningan. Di sela latihan, peserta juga dimotivasi oleh Ketua GOW Kabupaten Kuningan, Hj. Rini Sujiyanti, MM., bahwa potensi dan peluang pangan lokal di Kabupaten Kuningan merupakan sumber daya alam yang patut dikembangkan, baik untuk menutupi kebutuhan keluarga maupun komersil.

Halaman:

Editor: Andini Rahmawati

Sumber: Humas Kabupaten Kuningan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UAS : Terganggu Suara Adzan, Harus Diruqyiah!

Senin, 28 Februari 2022 | 04:29 WIB

Viral Ibu Muda di Padabeunghar Melahirkan Tanpa Hamil

Jumat, 28 Januari 2022 | 19:51 WIB

Kopkar Tirta Kamuning, Naik 14 Persen

Kamis, 27 Januari 2022 | 14:22 WIB
X