• Rabu, 10 Agustus 2022

Tekuni Budidaya Magot, 24 Desa Kecamatan Ciawigebang Siap Tuntaskan Masalah Sampah

- Selasa, 11 Januari 2022 | 16:43 WIB
Pelatihan pengolahan sampah dan pemberdayaan desa melalui budidaya magot di Desa Kertayasa, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.
Pelatihan pengolahan sampah dan pemberdayaan desa melalui budidaya magot di Desa Kertayasa, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

 

CIREMAINEWS.COM , Kuningan - Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat pada tahun 2021, timbunan sampah mencapai 23 ribu ton per hari, dari jumlah tersebut 40 persen belum ditangani dengan baik.

 

Namun berbeda dengan masyarakat Desa Kertayasa, Kecamatan Sindang agung, Kabupaten Kuningan yang telah mengolah dan memilah sampah hingga menjadi cuan.

"Alhamdulilah berkat kerjasama seluruh masyarakat desa, kami bisa menyulap sampah yang kotor menjadi emas, " terang Arief Amarudin, Kepala Desa Kertayasa saat ditemui di tempat budidaya magot.

Arief menjelaskan menjelaskan dengan budidaya magot selain bisa menambah penghasilan perekonomian masyarakat desanya. Rupanya budidaya tentara lalat hitam ini, sekaligus mengentaskan masalah lingkungan.

Pelatihan magot dan pertanian organik di Desa Kertayasa, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan

 

"Bahkan saat ini warga berebut sampah. Karena dalam pandangan mereka sampah-sampah ini adalah uang. Sampah organik bisa jadi pakan maggot, dan sampah anorganik bisa dijual di bank sampah, bahkan bisa jadi emas batangan," sambungnya.

Halaman:

Editor: Andini Rahmawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UAS : Terganggu Suara Adzan, Harus Diruqyiah!

Senin, 28 Februari 2022 | 04:29 WIB

Viral Ibu Muda di Padabeunghar Melahirkan Tanpa Hamil

Jumat, 28 Januari 2022 | 19:51 WIB

Kopkar Tirta Kamuning, Naik 14 Persen

Kamis, 27 Januari 2022 | 14:22 WIB

Terpopuler

X