• Rabu, 10 Agustus 2022

An'im Falachuddin Sebut Ibu sebagai Pintu Masuk Pemahaman Pancasila di Rumah Tangga

- Minggu, 19 Juni 2022 | 10:07 WIB
Anggota MPR RI KH An'im Falachuddin (Ciremainews)
Anggota MPR RI KH An'im Falachuddin (Ciremainews)

Kediri – Anggota MPR RI, KH An’im Falachuddin menyampaikan adanya nilai-nilai luhur nenek moyang yang tumbuh dalam falsafah Pancasila. Nilai tersebut, masuk dalam kelima sila dari Pancasila sebagai pondasi dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara

“Sebagai nilai-nilai luhur yang sudah teruji Pancasila terus tumbuh dan berkembang di tengah-tengah derasnya pengaruh modernisasi dan globalisasi. Pancasila terus bertahan dan membuktikan bahwa Pancasila merupakan solusi bagi perikehidupan bangsa Indonesia,” ujar An’im Falachuddin, di Halaman PPHM Lirboyo Kota Kediri, Rabu, 25 Mei 2022 lalu.

Dalam acara sosialisasi empat pilar ini, Gus An’im menyampaikan dihadapan 150 peeserta yang berasal dari ibu rumah tangga warga Kelurahan Lirboyo Kota Kediri.

Bagi Gus An’im sapaan akrabnya menyampaikan dalam lingkungan keluarga para orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan mengenai nilai-nilai Pancasila kepada sejak usia dini.

“Pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila kepada anak merupakan upaya untuk membentuk jati diri dan karakter anak sebagai bagian dari warga negara Indonesia,” terangnya.

Dalam pendidikan anak usia dini dalam lingkungan keluarga memiliki perbedaan dengan pendidikan secara formal yang mengarahkan secara teoritik tentang nilai-nilai penghayatan dan pengamalan Pancasila.

“Maka pendidikan karakater Pancasila dalam keluarga bertujuan untuk mempersiapkan anak guna mendapatkan pengalaman secara langsung sebelum mendapatkan pengatahuan teoritik dalam bangku sekolah. Seyogyanya Pancasila tidak hanya dihapalkan akan tetapi dihayati dan diamalkan oleh setiap individu dalam prikehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Gus An’im menyebut melalui pengalaman langsung dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan keluarga maka pola pikir dan prilaku anak akan terus berkembang dan menyesuaikan dengan tingkatan usianya.

“Dalam memberikan pendidikan karakter Pancasila dalam lingkungan keluarga kepada anak usia dini, orang tua mampu untuk menyesuaikan dengan kapasitas intelektualitas anak. Anak usia dini tidak perlu dibebani dengan pengetahuan yang berat. Akan tetapi pendidikan usia dini pada anak menyangkut karakter Pancasila lebih menekankan kepada contoh dan suri tauladan serta mengarahkan untuk membangun karakter Pancasila,” imbuhnya.

Orang tua menurut Gus An’im sebaiknya dalam memberikan pendidikan demokrasi pancasila perlu mempraktekan bagaimana membangun pola pikir dan cara berprilaku yang sesuai dalam demokrasi pancasila.

Halaman:

Editor: Priyo Pamungkas Kustiadi

Artikel Terkait

Terkini

UAS : Terganggu Suara Adzan, Harus Diruqyiah!

Senin, 28 Februari 2022 | 04:29 WIB

Viral Ibu Muda di Padabeunghar Melahirkan Tanpa Hamil

Jumat, 28 Januari 2022 | 19:51 WIB

Kopkar Tirta Kamuning, Naik 14 Persen

Kamis, 27 Januari 2022 | 14:22 WIB

Terpopuler

X